Senin, 14 Februari 2011

TAHUKAH ANDA 10 KABUPATEN/KOTA BERPENDUDUK LANJUT USIA TERBANYAK DI SULAWESI SELATAN?

Bagi anda yang ingin sekedar tahu atau bagi anda yang butuh data untuk kelengkapan bahan tulisan (latar belakang penelitian misalnya) tentang jumlah lanjut usia di Sulawesi Selatan, saya akan memberikannya dimedia ini. Data yang telah saya olah ini diperoleh dari BPS, hasil survey sosial ekonomi nasional atau disingkat SUSENAS 2009. Nama buku sumbernya yaitu Statistik Sosial dan Ekonomi Rumah Tangga Sulawesi Selatan 2009.
pada data yang saya peroleh dari buku BPS ini tidak disebutkan secara langsung tentang data lanjut usia. melainkan ditulis terpisah kelompok usia 60-64 tahun dan usia 65 tahun lebih. Oleh karena batasan lanjut usia menurut UU nomor 13 tahun 1998 (tentang lanjut usia) menyebutkan bahwa lanjut usia (atau disingkat saja "lansia", nb; orang kesehatan biasa menyebutnya "manula" atau "usila", bagaimana baiknya aja dah) adalah mereka yang berusia 60 tahun keatas, maka saya menggabungkan tabel kelompok usia tersebut menjadi satu, yaiut hanya kelompok 60 tahun keatas saja.
berdasarkan data yang saya peroleh (tahun 2009, data sensus penduduk 2010 kata orang BPS belum bisa dipublikasi) jumlah total lansia di Sulsel  adalah 721.353 jiwa (9,19% dari total jumlah penduduk Sulsel). dengan urutan 10 besar terbanyak sebagai berikut: (ini bukan versi on the spot)
urutan pertama adalah kabupaten Bone dengan jumlah lansia 79.902 jiwa. Jumlah ini ternyata mengalahkan kota Makassar yang nota bene memiliki penduduk terpadat nomor satu di Sulsel (1.262.600 jiwa). Terbanyak kedua barulah diduduki Makassar dengan jumlah lansia sebanyak 79.581 jiwa (kata orang "beti" hehehe.. alias beda tipis). terbanyak ketiga ditempati Tana Toraja (maaf, saya tidak paham apakah data Tana Toraja saja atau sudah digabung dengan Toraja Utara, yang penting asykin aja dah) jumlah lansianya sebanyak 58.347 jiwa.
Diurutan empat adalah kabupaten Gowa (ini dia ni, tempatnya PSTW Gau Mabaji Bersemayam) dengan jumlah lansia sebanyak 49.030 jiwa. Urutan kelima adalah Wajo (bagi yang cuma kenal Sengkang tapi tidak kenal Wajo jangan bingung, karena rumus sederhananya Sengkang=Wajo, Wajo=Sengkang, nabilang orang Makassar "sama tonji") jumlah lansianya sebanyak 42.424 (hihi... nomor cantik, pasti mahal). urutan keenam adalah kabupaten Bulukumba (hahae.. ini kampung saya) dengan jumlah lansia sebanyak 40.507 jiwa. Urutan ketujuh Kabupaten Pinrang dengan jumlah lansia sebanyak 34.534 jiwa.
Selanjutnya kabupaten Soppeng di Urutan kedelapan dengan jumlah lansia sebanyak 30.096 jiwa (hemmm... kayaknya jumlah lansianya masih kalah banyak deh dibanding jumlah kelelawarnya, hehehe... bercanda, pizzz). Urutan sembilan adalah Jeneponto dengan jumlah lansia sebanyak 29.128 jiwa. dan posisi paling buncit di urutan sepuluh besar adalah Kabupaten Maros dengan jumlah lansia sebanyak 26.634 jiwa.
Catatan penting neh, Kabupaten Soppeng yang jumlah penduduk lansianya hanya urutan kedelapan di Sulsel, ternyata memiliki proporsi persentase penduduk lansia terbanyak yaitu 13,15% (dari total jumlah penduduknya). Artinya neh 13 perseratus penduduk Soppeng adalah lanjut usia (ini belum digabung dengan kelelawarnya yang berusia lebih 60 tahun loh, hehehe.. maap!!). Kalau 7% menjadi indikator sehingga dikatakan struktur penduduk tua, maka struktur penduduk Kabupaten Soppeng telah masuk dalam kategori tersebut. ini berarti apa? bisa berarti penduduk Soppeng memiliki rata-rata usia harapan hidup paling tinggi di Sulsel, bisa juga berarti penduduk Soppeng angka kematiannya dan angka mingrasinya rendah, dan banyak lagi. (yang saya katakan masih perlu pembuktian ya, satu yang pasti kalau tinggal di Soppeng Aaadeemmm..)
Sementara Makassar yang memiliki Jumlah lansia terabanyak kedua di Sulsel ternyata memiliki proporsi persentase penduduk lansia paling sedikit alias posisi paling buncit 23 (dari 23 kabupaten/kota di Sulsel) dengan proporsi hanya 6,30% (apa ini mengejutkan?? tidak juga, karena saya tidak kaget, anda juga pasti tidak, hehehe..) hal ini disebabkan Makassar merupakan pusat kota utama di kawasan timur Indonesia, ia menjadi pusat bisnis dan pusat pendidikan. sehingga Makassar disesaki oleh penduduk dengan usia produktif. Hal inilah yang membuat perhitugan persentase penduduk lansianya menjadi kecil.

Sumber: Diolah dari data BPS; Statistik Sosial dan Ekonomi Rumah Tangga Sulawesi Selatan tahun 2009.

Semoga bermanfaat. salam penyuluh!!

1 komentar: